Saturday, August 13, 2016

Situ Patengang - Wisata Danau Cantik di Ciwidey Bandung

Situ Patengang - Berkunjung ke kota Bandung rasanya kurang lengkap jika kamu tidak datang ke tempat wisata yang satu ini. Ya! Situ Patengang. Objek wisata ini merupakan salah satu objek wisata berupa danau yang ada di selatan kota Bandung yang letaknya dekat dengan objek wisata Kawah Putih.
Objek Wisata Situ Patengang Bandung
Objek Wisata Situ Patengang Bandung
Danau ini letaknya bearda di ketinggian 1600 mdpl dengan keindahan pemandangan alamnya yang sangat luar biasa. Kamu akan disuguhkan dengan pemandangan hamparan kebun teh yang hijau di sekitar danau yang akan memanjakan mata dan membuat kamu betah berlama-lama.

Danau ini memiliki luas sekitar 45.000 hektare dan masuk ke dalam salah satu cagar alam. Situ Patengang juga selalu menjadi tujuan wisata alam favorit para wisatwan yang datang ke kota Bandung.

Selain karena keindahannya, danau ini memliki letak yang cukup dekat dengan salah satu objek wisata populer di Bandung, yaitu objek wisata Kawah Putih Ciwidey Bandung. Jarak dari Kawah Putih ke Situ Patengang hanya sekitar 7 km dan dapat kamu tempuh dalam waktu 10 menit saja.

Asal Mula Situ Patengang


Istilah Situ Patengang diambil dari bahasa Sunda, yaitu dari kata "Situ" yang berarti "Danau", dan "Patengang" yang berarti "Saling Mencari". Asal mula Situ Patengang tidak terlepas dari leganda Dewi Rengganis dan Ki Santang. Keduanya merupakan sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara.

Namun karena suatu hal, Dewi Rengganis dan Ki Santang terpisahkan untuk waktu yang lama. Mereka saling mencari satu sama lain hingga akhirnya bertemu di susatu tempat yang kini dikenal dengan Batu Cinta.

Pada saat mereka bertemu, Dewi Rengganis meminta kepada Ki Santang agar membuatkannya sebuah danau dan perahu agar mereka bisa berlayar bersama. Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, perahu yang dibuat oleh Ki Santang itu kini berubah menjadi sebuah pulau yang dikenal dengan Pulau Asmara atau Pulau Sasaka yang memiliki bentuk menyerupai hati.

Lihat Juga : Pantai Sanur - Keindahan Matahari Terbit di Pulau Dewata Bali

Lokasi dan Akses


Situ Patengang berjarak sekitar 35 km dari pusat kota Bandung. Lokasinya berada di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali, Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40973 - Indonesia.


Untuk bisa sampai ke lokasi Situ Patengang, kamu bisa menggunakan beberpa rute yang biasa digunakan para wisataan yang datang ke tempat wisata danau ini. Berikut adalah 4 rute/akses jalan yang bisa kamu gunakan:

  1. Jakarta: 151 km > Cipularang (sekitar 25.3 km) > Pintu Tol Kopo (sekitar 15.3 km) > Soreang (sekitar 14.2 km) > Ciwidey (sekitar 14.2 km) > Patengan / Patenggang
  2. Jakarta: 151 km > Cipularang (sekitar 32.5 km) > Tol Buah Batu (sekitar 12.4 km) > Banjaran (sekitar 9.1 km) > Soreang (sekitar 14.2 km) > Ciwidey (sekitar 14.2 km) > Patengan / Patenggang
  3. Jakarta: 151 km > Cipularang (sekitar 19.6 km) > Leuwi Gajah (sekitar 16.9 km) > Soreang (sekitar 14.2 km) > Ciwidey (sekitar 14.2 km) > Patengan / Patenggang

Sedangkan untuk kamu yang menggunakan jasa angkutan umum, kamu bisa menggunakan akses dari Jakarta: 164 km > Leuwi Panjang (sekitar 30.2 km) > Ciwidey (sekitar 14.2 km) > Patengan/Patenggang.

Lihat Juga : Museum Geologi Bandung - Tempat Wisata Cerdas di Bandung

Kegiatan Seru di Situ Patengang


Ketika kamu berlibur ke Situ Patengang, kamu tidak perlu bingung mau melakukan kegiatan apa karena ada banyak sekali kegiatan seru yang bisa kamu lakukan di tempat ini.
Objek Wisata Situ Patengang Bandung
Keindahan Situ Patengang Bandung

Kegiatan-kegiatan tersebut di antaranya yaitu:

  1. Bersepeda Air
  2. Mengelilingi Danau dengan Perahu Angsa
  3. Memancing
  4. Mengunjungi Batu Cinta
  5. Mengelilingi Pulau Asmara
  6. Berkeliling Kebun Teh
  7. Berpiknik di Pinggiran Danau

Karena tempatnya yang indah, Situ Patengang ini sangat cocok bagi kamu yang ingin menghabiskan waktu liburan bersama pasangan tercinta. Suasana yang romantis dengan pemandangan alam yang indah dan udaranya yang sejuk akan membuat waktu kebersamaan kamu dengan si dia semakin indah.

Info Tiket


Brikut ini adalah info tiket masuk dan sara pendukung di objek wisata Situ Patengang Bandung:
Tiket Masuk :
  • Rp.18.000/ Orang (Weekday)
  • Rp.20.500,-/ Orang (Weekend)

Parkir Kendaraan :
  • Bus : Rp.22.000,-/ Unit
  • Mobil : Rp.11.000,-/ Unit
  • Motor : Rp.3.500,-/ Unit

Sarana Pendukung:
  • Area Parkir (Sangat Luas)
  • WC Umum
  • Mushala
  • Penginapan
  • Warung Makan

Lihat Juga : Kawah Putih - Keindahan Wisata Alam di Selatan Kota Bandung

Nah, itulah informasi yang bisa kami sampaikan seputar objek wisata Situ Patengang Bandung. Semoga informasi yang kami buat bisa bermanfaat untuk kamu yang memang sedang berencana untuk berlibur ke objek wisata ini. Jangan lupa untuk mempersiapkans segala keperluan sebelum berangkat berlibur agar tidak repot ketika tiba di temat tujuan wisata.

Jika kamu memiliki informasi lain yang lebih lengkap terkait artikel ini, kamu bisa mengirimkan masukan ke laman komentar atau pun kontak yang tersedia pada situ DestinasiPedia ini. Jangan lupa juga untuk membaca artikel wisata menarik lainnya. Terimakasih!

___Selamat Berlibur___
Read More

Tuesday, August 09, 2016

Museum Geologi Bandung - Tempat Wisata Cerdas di Bandung

Museum Geologi Bandung - Sebagai salah satu kota tujuan wisata favorit di Indonesia, Bandung memiliki banyak sekali objek wisata unik dan juga menarik untuk kita kunjungi. Mulai dari objek wisata alam sampai dengan objek wisata modern semua telah tersedia di kota ini.

Salah satu objek wisata menarik yang bisa kita kunjungi adalah Museum Geologi Bandung. Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan berbagai macam benda peninggalan sejarah, museum ini juga sering dijadikan sebagai tempat wisata edukasi favorit di Bandung.
Museum Geologi Bandung
Museum Geologi Bandung

Meseum yang didirikan pada tanggal 16 Mei 1928 ini telah mengalami beberpa kali perbaikan karena usianya yang cukup tua. Pada tahun 2000, museum ini dibuka untuk umum oleh Ibu presiden Megawati Soekarnoputri.

Sebagai salah satu bukti peninggalan sejarah, museum ini dilindungi dan berada di bawah pengelolaan pemerintah dan menjadi peninggalan nasional. Di dalam museum ini terdapat banyak peninggalan geologi berupa posil, artepak, dan berbagai macam jenis batuan mineral yang dikumpulkan dari seluruh Indonesia sejak tahun 1850 silam.

Nah, jika kamu ingin tahu lebih banyak seputar Museum Geologi Bandung, maka simak terus penjelasannya berikut ini:

Sejarah Museum Geologi Bandung


Masa Penjajahan Belanda
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Museum Geologi Bandung didirikan pada tanggal 16 Mei 1928 silam pada masa penjajahan Belanda. Museum ini dibangun dengan maksud sebagai tempat penelitian bahan mineral di Indonesia yang hasilnya akan dikirim ke Belanda untuk kebutuhan industri negara tersebut.

Hal ini terjadi setelah munculnya revolusi industri di belahan dunia eropa pada sekitar abad ke-18 yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan bahan tambang berupa batuan mineral dan sejenisnya.

Menyadari akan besarnya potensi yang dimiliki Indonesia, maka pemerintahan kolonialis Belanda mulai berinisyatif melakukan kegiatan penambangan di seluruh wilayah Indonesia. Kemudian pada sekitar tahun 1850, Belanda membentuk lembaga Dienst van het Mijnwezen.

Lembaga ini bertugas untuk melakukan kegiatan penelitian geologi dan sumberdaya mineral di seluruh Indonesia. Pada sekitar tahun 1922, lembaga ini berganti nama menjadi Dienst van den Mijnbouw.

Masa Penjajahan Jepang
Setelah Belanda mengalami kekalahan pada saat perang melawan Jepang dalam memperebutkan Indonesia, Museum Geologi Bandung diserahkan dan dikelola oleh Jepang. Serah terima Museum Geologi Bandung terjadi pada tahun 1942 yang diserahkan oleh perwakilan dari Belanda (Letjen. H. Ter Poorten) kepada Letjen. H. Imamura (Panglima Tentara Jepang).

Karena kepengurusannya beralih dari Belanda ke Jepang, maka nama Museum Geologi Bandung pun ikut berubah menjadi Kogyo Zimusho dan setahun kemudian berganti nama lagi menjadi Chishitsu Chosacho.

Masa Kemerdekaan Indonesia
Karena memiliki fungsi yang sangat penting sebagai pusat dan data hasil penelitian geologi di Indonesia selama puluhan tahun, banyak pihak yang masih ingin merebut kembali Museum Geologi Bandung. Upaya perebutan paksa ini terjadi pada sekitar tahun 1945 yang dilakukan oleh Belanda dan sekutunya Amerika dan Inggris yang tergabung dalam satu persekutuan bernama NICA.

Karena hal inilah, maka pemerintah Indonesia melakukan pengamanan arsip dan hasil penelitian dengan cara memindahkan berkas dan arsip Museum Geologi Bandung ke beberapa tempat berkali-kali. Seperti ke jalan Braga no 3 & no 8 kota Bandung dan bahkan sempat sampai keluar beberapa daerah yakni Tasikmalaya, Solo, Yogyakarta, dan Magelang. Hingga akhirnya semua data tersebut dikembalikan ke Bandung pada tahun 1950.

Lihat Juga : Observatorium Bosscha - Objek Wisata Edukasi di Kota Bandung

Lokasi dan Akses

Museum Geologi Bandung terletak di Jalan Diponegoro Nomor 57, Bandung. Letaknya yang sangat strategis, membuat objek wisata edukasi ini sangat mudah untuk kita kunjungi. Jika kamu berencana untuk berkunjung ke museum ini kamu bisa menggunakan akses baik dengan kendaraan bpribadi atau pun umum.



Berikut ini adalah petunjuk arah untuk sampai ke Museum Geologi Bandung:

Untuk kamu yang menggunakan kendaraan umum, kamu bisa menaiki angkot bernomor 10 dengan rute Stasiun Hall – Sadang Serang dengan ciri-ciri berwarna kuning-hijau. Mintalah turun di dapan Mesjid Pusdai, kemudian kamu turun dan naiki lagi angkot nomor 05 bewarna hijau – hitam dengan rute Cicaheum – Ledeng dan melewati Museum Geologi Bandung.

Koleksi Museum Geologi Bandung


Di Museum Geologi Bandung terdapat banyak koleksi benda-benda geologi bersejarah yang dapat kita lihat. Museum ini sendiri setelah direnovasi dan dikelola oleh pemerintah Indonesia perlahan semakin mengalami kemajuan.
Koleksi di Museum Geologi Bandung
Koleksi di Museum Geologi Bandung

Koleksi peninggalan di museum ini dibagi dan ditempatkan di 3 ruangan yang berbeda yakni ruang Sejarah Kehidupan, Geologi Indonesia, serta Geologi dan Kehidupan Manusia yang terdapat di dua lantai bangunan Museum Geologi Bandung.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah pembagian koleksi peninggalan geologi di Museum Geologi Bandung:

Koleksi di Lantai 1 Museum Geologi Bandung
1. Koleksi di Ruang Tengah
  • Animasi kegiatan geologi dan kegiatan museum dalam layar lebar
  • Pelayanan informasi museum
  • Pelayanan pendidikan dan penelitian

2. Koleksi Ruang Barat
  • Hipotesis terjadinya bumi
  • Sistem tata surya
  • Tatanan tektonik regional
  • Maket pergerakan lempeng-lempeng aktif kulit bumi
  • Keadaan geologi Indonesia
  • Fosil manusia purba
  • Sejarah evolusi manusia menurut teori evolusi Darwin
  • Berbagai jenis bebatuan: batuan beku, sedimen, dan malihan
  • Pemetaan sumber daya mineral di Indonesia
  • Berbagai jenis peralatan dan perlengkapan lapangan
  • Sarana pemetaan dan penelitian
  • Hasil akhir kegiatan, misalnya peta geologi, geofisika, geomorfologi, gunung api, seismotektonik dan lain-lain
  • Pertunjukkan keadaan gunung berapi aktif di Indonesia, misalnya: Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Krakatau, Gunung Merapi, dan lain-lain.
  • Bebatuan hasil kegiatan gunung api

3. Koleksi Ruang Timur
  • Sejarah perkembangan dan pertumbuhan makhluk hidup yang mendiami planet bumi dari masa primitif sampai dengan masa modern
  • Fosil dinosaurus Tyrannosaurus Rex Osborn
  • Kumpulan tengkorak manusia purba yang pernah ditemukan di Indonesia
  • Artefak yang digunakan manusia purba, mencerminkan perkembangan kebudayaan dari waktu ke waktu
  • Sejarah pembentukan Danau Bandung
  • Fosil ikan dan ular yang ditemukan dalam lapisan tanah Danau Bandung
  • Artefak yang ditemukan di pinggir Danau Bandung
  • Informasi proses pembentukan fosil
  • Informasi proses pembentukan batubara dan minyak bumi
  • Informasi keadaan lingkungan purba

Lihat Juga : De'Ranch Lembang - Objek Wisata Favorit Keluarga di Bandung

Koleksi di Lantai 2 Museum Geologi Bandung
1. Koleksi Ruang Tengah
  • Maket tambang emas paling besar di dunia yang berlokasi di Irian Jaya
  • Bebatuan asal Papua (Irian Jaya)
  • Miniatur pengeboran minyak bumi
  • Miniatur pengeboran gas bumi

2. Koleksi Ruang Barat
Ruang Khusus Staf dan Pengelola Gedung Museum Geologi Bandung

3. Koleksi Ruang Timur
  • Informasi manfaat dan kegunaan batu mineral bagi manusia
  • Gambar penyebaran sumber daya mineral di Indonesia
  • Rekaman kegiatan eksplorasi sumber daya mineral
  • Rekaman kegiatan eksploitasi sumber daya mineral
  • Informasi penggunaan mineral dalam aktifitas sehari-hari secara tradisional
  • Informasi penggunaan mineral dalam aktifitas sehari-hari secara modern
  • Cara mengolah mineral dan energi
  • Informasi berbagai jenis bahaya geologi misalnya tanah longsor, letusan gunung api, dan lain-lain
  • Informasi aspek positif geologi yang berkaitan dengan gunung api
  • Penjelasan cara memanfaatkan sumber daya air
  • Penjelasan pengaruh lingkungan terhadap kelestarian sumber daya alam

Kegiatan di Museum Geologi Bandung

Ketika kamu berkunjung ke Museum Geologi Bandung, kamu akan melihat banyak pelajar/siswa sekolah yang sedang berkunjung ke museum ini. Selain berfungsi sebagai museum, tempat ini juga memang sering kali dijadikan sebagai tempat study tour para pelajar mulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi.

Di tempat ini kamu bisa mengamati berbagai macam barang peninggalan yang memiliki nilai sejarah yang sangat dalam. Mulai dari bebatuan, fosil, dan bahan-bahan mineral. Kamu juga bisa ikut belajar tentang hal-hal yang berkaitan dengan bencana alam, bumi, dan hal-hal lain yang sangat menarik untuk dipelajari.

Tiket dan Jam Oprasional

Berikut adalah informasi tentang harga tiket, jam oprasional, dan kontak dari Museum Geologi Bandung :
1. Tiket Masuk
  • Pelajar : Rp.2.000,-/Orang
  • Umum/WNI : Rp.3.000,-/Orang
  • Umum/WNA : Rp.10.000,-/Orang

2. Jam Oprasional
  • Jam oprasional di Museum Geologi Bandung yaitu sebagai berikut :
  • Senin - Kamis : Pukul 09.00 s/d sore pukul 15.30 WIB
  • Sabtu dan Minggu : Pukul 09.00 s/d pukul 13.30 WIB
  • Jum'at : Libur

3. Kontak/Tlp
Jika kamu hendak berkunjung ke Museum Geologi Bandung, kamu bisa menghubungi pihak pengelola melalui laman kontak berikut ini: (022) 7213822

Nah, itulah sedikitnya informasi yang bisa kami sampaikan dari salah satu objek wisata edukasi favorit yang ada di kota Bandung (Museum Geologi Bandung). Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kamu yang sedang bingung mencari tempat wisata seru dan sekaligus bisa mendapatkan ilmu pengetahuan.

Jika kamu memiliki informasi lebih lengkap terkait Museum Geologi Bandung, kamu bisa mengirimkan masukan berupa kritik ataupun saran melalui laman komentar yang telah tersedia. Sekian dari kami dan terimakasih karena sudah berkunjung ke situ Destinasipedia. Jangan lupa untuk membaca artikel wisata menarik lainnya.
Read More

Saturday, June 25, 2016

Observatorium Bosscha - Objek Wisata Edukasi di Kota Bandung

Observatorium Bosscha - Jika kamu sedang mencari tempat liburan yang seru dan sekaligus bisa memberikan manfaat pembelajaran yang baik di Bandung, maka Observatorium Bosscha adalah jawabannya. Selain bisa berwisata, di sini kamu juga bisa ikut belajar tentang hal-hal yang berkaitan dengan dunia astronomi.
Observatorium Bosscha Indonesia
Observatorium Bosscha

Dibangun pada sekitar tahun 1923, Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua yang ada di Indonesia. Tempat ini berdiri di atas tanah seluas 6 hektare, dan berada pada ketinggian sekitar 1300 meter di atas permukaan laut.

Selain sebagai tempat peneropongan bintang tertua yang ada di Indonesia, Observatorium Bosscha juga merupakan satu-satunya observatorium penelitian bintang di Asia Tenggara.

Tempat peneropongan bintang ini sendiri merupakan hasil dari jerih payah Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda guna mengembangkan ilmu astronomi di Belahan Bumi Selatan.

Lihat Juga: De'Ranch Lembang - Objek Wisata Favorit Keluarga di Bandung

Sejarah Singkat

Pada permulaan abad ke-20, para peneliti astronomi mulai menyadari bahwa bintang-bintang yang ada di angkas sebenarnya terikat satu sama lain dan membentuk suatu sistem galaksi. Karena hal ini, perkembangan ilmu astronomi semakin pesat dengan dibangunnya berbagai teleskop besar di belahan bumi utara.
Observatorium Bosscha Lembang Bandung
Observatorium Bosscha Tempo Dulu

Namun yang sangat disayangkan, karena pembangunan teleskop berukuran besar hanya terkonsentrasi di Belahan Bumi Utara, perkembangan ilmu astronomi di belahan bumi selatan malah terhambat karena tidak adanya sarana pendukung kegiatan penelitian yakni berupa teleskop penoropong bintang.

Melihat hal ini, serang insinyur astronomi kelairan Madiun bernama Joan George Erardus Gijsbertus Voƻte berinisyatif mengajak para peneliti astronomi lainnya untuk mendirikan sebuah pusat penelitian bintang di Hindia Belanda.

Sampai akhirnya dibangunlah Observatorium Bosscha pada tahun 1923 melalui hasil jerih payah para astronom Hindia Belanda yang tergabung dalam Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda.

Perlu kamu ketahui juga bahwa pembangunan Observatorium Bosscha ini membutuhkan waktu kurang lebih 5 tahun lamanya. Sejak tahun 1928 NISV banyak melakukan berbagai penelitian astronomi di observatorium tersebut. Kemudian pada sekitar tahun 1951 NISV menyerahkan Observatorium Bosscha kepada pemerintah RI.

Delapan tahun berselang, Observatorium Bosscha di serahkan keada Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dibangun pada 1959 agar dikelola dan dimanfaatkan sebagai tempat penelitian terutama di bidang astronomi.

Coba Lihat: Kawah Putih - Keindahan Wisata Alam di Selatan Kota Bandung

Teleskop di Observatorium Bosscha

Observatorium Bosscha
Teleskop di Observatorium Bosscha

Di Observatorium Bosscha sendiri terdapat lima buah teleskop yang biasa digunaan untuk melakukan kegiatan penelitian astronomi, yang antara lain yakni sebagai berikut:
  1. Cassegrain GOTO
    Teleskop ini biasanya digunakan untuk mengukur tingkat kekuatan cahaya bintang serta sebagai alat untuk pengamatan spektrum bintang.
  2. Bamberg Refractor
    Teleskop ini biasanya digunakan untuk mengukur terang bintang, menentukan skala jarak antar bintang, mengukur ukuran fotometri gerhana bintang, mengamati citra dari kawah bulan, pengamatan matahari, dan mengamati benda-benda langit lainnya.
  3. Teleskop Refractor Ganda Zeiss
    Teleskop ini biasanya digunakan untuk melakukan kegiatan pengamatan astrometri, khususnya untuk memperoleh letak orbit bintang ganda visual.
  4. Schmidt (Bima Sakti)
    Teleskop ini biasa digunakan untuk mempelajari struktur dari galaksi Bima Sakti, mempelajari spektrum bintang, mengamati asteroid, supernova, dan untuk memotret objek langit lainnya.
  5. Unitron Refractor
    Teleskop ini biasa digunakan untuk melakukan pengamatan kemunculan hilal, pengamatan gerhana matahari dan bulan, dan juga untuk kegiatan pemotretan bintik matahari serta pengamatan benda-benda langit lain.

Lokasi & Akses

Observatorium Bosscha berlokasi di Jl. Peneropong Bintang, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia. Jaraknya sekitar 30 menit dari kawasan Dago, Bandung.



Untuk kamu yang ingin mencoba berkunjung ke tempat ini, kamu bisa menggunakan beberapa akses jalan berikut ini:

Kendaraan Umum
  1. Dari Stasiun Hall Bandung, kamu tinggal naik angkot St. Hall-Lembang kemudian turun di gerbang bawah Observatorium Bosscha.
  2. Dari Terminal Bus Cicaheum, kamu bisa naik angkot jurusan Cicaheum-Ledeng dan turun di Terminal Ledeng, kemudian lanjut naik angkot ke Stasiun Hall-Lembang dan turun di gerbang bawah Observatorium.
  3. Dari Terminal Bus Leuwi Panjang, kamu naik bus Damri tujuan Terminal Ledeng. Dari sana, kamu tinggal menggunakan petunjuk yang sama seperti dari terminal Cicaheum, lanjut naik angkot Stasiun Hall-Lembang dan turun di gerbang bawah Observatorium Bosscha.

Kendaraan Pribadi
Untuk kamu yang menggunakan kendaraan pribadi, kamu bisa menggunakan akses jalur dari Jl. Setiabudi Bandung ambillah jalan ke arah lembang. Dalam perjalanan, kamu akan melewati Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Terminal Ledeng.

Selanjutnya ada Pusdik Korps Wanita Angkatan Darat. Sekitar 400 meter dari sana, kamu akan tiba di lokasi gerbang bawah Observatorium Bosscha yang berada di sebelah kanan jalan.

Lihat Juga: Candi Borobudur - Salah Satu Wisata Indonesia yang Mendunia

Info Tiket & Waktu Kunjungan

Berikut ini adalah informasi tentang Info Tiket & Waktu Kunjungan Observatorium Bosscha yang mesti kamu perhatikan:
  • Waktu Kunjungan
    Jika kamu tertarik untuk berkunjung ke Observatorium Bosscha, ada dua pilihan waktu kunjungan yang bisa kamu pilih, yakni kunjungan siang dan kunjungan malam. Untuk kunjungan siang, kamu bisa ikut belajar tentang cara kerja dari teleskop zeiss.

    Selain itu, kamu juga akan mendapatkan informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan ilmu astronomi di ruang multimedia. Tapi sayangnya pada waktu kunjungan siang ini tidak dilakukan kegiatan peneropongan bintang sehingga rasanya kurang lengkap.

    Sedangkan untuk waktu kunjungan malam, selain kamu akan diajarkan tentang cara kerja dari teleskop zeiss, kamu juga bisa langsung ikut praktek penggunaanya. Selain itu, pada waktu kunjungan malah, kamu bisa melakukan peneropongan bintang dengan menggunakan teleskop portable dan teleskop Bamberg.
  • Tiket Masuk
    Tiket masuk ke Observatorium Bosscha terglong sangat murah, yakni cuma Rp.Rp. 15.000,-/ Orang (untuk kunjungan siang) dan Rp.20.000,-/ Orang (untuk kunjungan malam).

Nah, itulah informasi yang dapat kami sampaikan tentang objek wisata edukasi Observatorium Bosscha Lembang, Bandung. Semoga infromasi yang kami buat ini bisa bermanfaat untuk kamu yang sedang mencari tempat wisata seru dan edukatif di kota Bandung. Jika kamu memliki info lain terkait objek wisata Observatorium Bosscha, kamu bisa mengirimkan masukan dan komentar di laman kontak atau komentar yang telah tersedia.

___Selamat Berlibur___
Read More

Friday, June 24, 2016

De'Ranch Lembang - Objek Wisata Favorit Keluarga di Bandung

Seperti yang kita ketahui, kawasan objek wisata Lembang, Bandung memang memiliki banyak sekali lokasi wisata menarik yang bisa kita kunjungi dan salah satunya adalah objek wisata De'Ranch Lembang. De'Ranch Lembang merupakan salah satu objek wisata populer dan menjadi tujuan wisata favorit keluarga di Bandung.
De'Ranch Lembang
Objek Wisata Keluarga De'Ranch Lembang

Memiliki konsep wisata yang unik dan berbeda dengan ciri khas nuansa Cowboy, membuat De'Ranch Lembang tidak pernah sepi dari para wisatawan yang datang untuk menikmati berbagai macam spot wisata unik dan menarik yang ada di tempat ini.

Selain itu, kondisi alam di sekitar Lembang, Bandung yang masih sangat alami dengan udaranya yang sejuk akan semakin menambah kenyamanan dan kepuasan wisata ketika kamu datang ke De'Ranch Lembang.

Nah, jika kamu ingin mengetahui informasi lebih lengkap tentang objek wisata De'Ranch Lembang, kamu bisa terus simak penjelasannya berikut ini:

Baca Juga: Kawah Putih - Keindahan Wisata Alam di Selatan Kota Bandung

Awal Mula De'Ranch Lembang

Pada awalnya, De'Ranch Lembang bukanlah merupakan sebuah objek wisata yang terkenal seperti sekarang ini. Dulunya De'Ranch Lembang difungsikan sebagai tempat pengembang biakan dan pemeliharaan kuda tunggang dan sapi perah di kawasan Lembang, Bandung.
De'Ranch Lembang Bandung
De'Ranch Lembang, Bandung

Namun karena memiliki potensi wisata yang unik, pihak pengelola De'Ranch Lembang mulai berencana mengembangkan tempat ini sebagai sebuah objek wisata di Lembang, Bandung.

Kemudian pada bulan Desember 2007, De'Ranch Lembang resmi dibuka untuk umum sebagai sebuah objek wisata dengan konsep wisata ala Cowboy yang unik dan berbeda dengan objek wisata lainnya yang ada di kawasan Lembang, Bandung.

Lokasi & Akses

De'Ranch Lembang berlokasi di jalan. Maribaya no. 17, Lembang - Bandung, Jawa Barat, Indonesia (Tlp. (022)278-5865, fax (022)278-5842). Letaknya kurang lebih sekitar 200 meter dari pertigaan pasar Lembang.


Untuk kamu yang ingin mencoba berunjung dan berwisata ke De'Ranch Lembang, kamu bisa menggunakan beberapa akses jalur sebagai berikut:

1. Terminal Leuwi Panjang
  • Dari Terminal Leuwi Panjang, kamu bisa naik bus jurusan Bandung - Subang - Pamanukan - Indramayu dan minta agar diturunkan di perempatan Tugu Bambu Lembang.
  • Dari Perempatan Tugu Bambu Lembang ini, kamu bisa melanjutkan perjelanan ke De'Ranch dengan berjalan kaki.

2. Stasiun Kereta Api Bandung
  • Untuk kamu yang datang dari Stasiun Bandung, kamu tinggal keluar melalui sisi utara (samping Jalan Kebon Kawung). 
  • Dari sana kamu bisa naik angkot (L300) dengan ciri berwarna krem-hitam jurusan Stasiun Hall-Lembang dan kamu jangan lupa minta diturunkan di perempatan Tugu Bambu Lembang.
  • Dari Perempatan Tugu Bambu Lembang ini, kamu bisa melanjutkan perjelanan ke De'Ranch dengan berjalan kaki.

3. Bandara Husein Sastranegara
  • Untuk kamu yang datang dari Bandara Husein Sastranegara, kamu tinggal berjalan kaki ke pertigaan Patung Husein di Jalan Pajajaran.
  • Dari pertigaan Patung Husein, kamu bisa naik angkot (L300) dengan ciri berwarna krem-hijau jurusan Ciroyom-Lembang dan turun di perempatan Tugu Bambu Lembang.
  • Dari Perempatan Tugu Bambu Lembang ini, kamu bisa melanjutkan perjelanan ke De'Ranch dengan berjalan kaki.

4. Terminal Cicaheum
  • Dari lokasi Terminal Cicaheum, kamu tinggal naik angkot warna hijau-hitam jurusan Cicaheum-Ledeng dan turun di Terminal Ledeng.
  • Dari terminal Ledeng, kamu naik angkot (L300) berwarna krem-hijau jurusan Ciroyom-Lembang atau bisa juga naik angkot (L300) yang berwarna krem-hitam jurusan Hall-Lembang dan turun di perempatan Tugu Bambu Lembang.
  • Dari Perempatan Tugu Bambu Lembang bisa dilanjutkan dengan jalan kaki ke De'Ranch karena lokasinya sudah dekat.

Lihat Juga: Gunung Bromo - Objek Wisata Terbaik di Jawa Timur Indonesia

Aneka Permainan Seru De'Ranch Lembang

Berikut ini adalah daftar aneka permainan dan kegiatan seru beserta info tarifnya yang ada di De'Ranch Lembang, Bandung:
De'Ranch Lembang Bandung
Menunggang Kuda di De'Ranch Lembang
  1. Kuda Poni – Rp. 25.000/2x putaran lap poni/anak
  2. The Gold Hunter – Rp. 20.000/ 15 menit/ orang
  3. Fun Boat – Rp. 20.000/ 15 menit/ orang
  4. Delman – Rp. 30.000/ putaran/ 3 orang
  5. Triker – Rp. 25.000/ 15 menit/ orang
  6. Kuda Tunggang – Rp. 25.000/ putaran/ orang
  7. Kolam Pancing – Rp. 20.000/ 30 menit/ orang
  8. Flying Fox – Rp. 20.000/ 1x luncur/ orang
  9. Balon Air – Rp. 20.000/ 5 menit/ orang
  10. Sepeda Track – Rp. 20.000/ 15 menit/ orang
  11. Kidtrik – Rp. 20.000/ 15 menit/ anak
  12. Sepeda Balita – Rp. 20.000/ 30 menit/ anak
  13. Loncat Anak – Rp. 20.000/ 15 menit/ anak
  14. Mancing Balita / Tangkap Ikan – Rp. 20.000/ 15 menit/ anak
  15. Trampolin – Rp. 20.000/ 5 menit/ orang
  16. Panahan (Archery) – Rp. 20.000/ 10 anak panah/ orang
  17. Kolam Indian Totem Web – Rp. 20.000/ 15 menit/ orang
  18. Pony Kidz – Rp. 20.000/ 15 menit/ anak
  19. Kuda Ayun – Rp. 20.000/ 3 menit/ orang
  20. Peti Luncur – Rp. 15.000/ 2x luncur/ anak
  21. Delman Luar (keliling seputar Lembang) Rp. 40.000/ 3 orang
  22. Riding out (menunggang kuda ke luar lokasi De’Ranch) Rp. 200.000/ 60 menit/ orang (minimal 2 orang)

Coba Lihat: Candi Borobudur - Salah Satu Wisata Indonesia yang Mendunia

Fasilitas Pendukung

Di bawah ini adalah beberapa fasilitas pendukung kegiatan wisata yang ada di De'Ranch Lembang, Bandung yang bisa kamu manfaatkan:
  1. Toko oleh-oleh
  2. Restoran
  3. Factory Outlet
  4. Pasar Tanaman
  5. Kursus Menunggangi Kuda
  6. Kursus Merawat Kuda Tunggang
  7. Kursus Memerah Susu Sapi
  8. Kursus Menjadi Kusir Kereta Kuda
  9. Kursus Memasak Kue Khas De'Ranch Lembang

Tiket, Jam Oprasional & Kebijakan

Berikut ini adalah informasi lengkap terkait tiket, jam oprasional dan kebijakan yang berlaku di objek wisata De'Ranch Lembang, Bandung:

Info Tiket
  • Rp.8.000,-/Orang (Tanda Masuk)
  • Rp.5.000,-/Unit (Parkir Mobil)
  • Rp.2.000,-/Unit (Parkir Motor)

Jam Oprasional
De'Ranch Lembang buka setiap hari kecuali pada hari Senin, mulai dari:
  • Hari biasa: Jam 09.00 WIB - 17.00 WIB
  • Weekend/hari libur: Jam 08.00 WIB - 18.00 WIB

Kebijakan De'Ranch Lembang
Di bawah ini adalah beberapa kebijakan yang berlaku di De'Ranch Lembang yang kami peroleh langsung dari website resminnya (www.deranchlembang.com):
  1. Tidak diperkenankan untuk membawa makanan dan minuman dari luar.
  2. Tidak diperkenankan membawa minuman keras, senjata api, senjata tajam, Obat terlarang ke lokasi wisata De’Ranch.
  3. Binatang peliharaan yang dibawa harus dalam pengawasan pemilik (diikat), bilamana binatang peliharaan yg di bawa membuang kotoran agar dapat langsung dibersihkan oleh pemilik-nya.
  4. Menjaga kebersihan selama berada pada lokasi De’Ranch dan membuang sampah pada tempatnya.
  5. Tidak diperkenankan membawa permainan yang dapat membahayakan / mengganggu pengunjung lain dan binatang ternak, seperti layangan, permainan yang menimbulkan suara bising/keras, senjata mainan berpeluru, permainan dengan alat kontrol jarak jauh.
  6. Kendaraan diparkir pada tempat yang sudah disediakan.
  7. Kegiatan pemotretan ataupun video shooting untuk keperluan khusus atau komersial harus mendapatkan izin dari pihak manajemen De’Ranch dan akan dikenakan biaya sewa tempat.
  8. Mohon perhatiannya pada saat berada diarea kuda, bahwa kuda dapat menendang dengan kaki belakang dan juga kaki depan, serta kuda dapat pula menggigit. Jaga jarak aman, tidak menghampiri kuda dari arah belakang dan tidak melakukan gerakan yang mengejutkan selama berada dekat dengan kuda.
  9. Bagi orang tua agar tetap mengawasi aktivitas putera-puterinya dan mengikuti petunjuk dari petugas De’Ranch. Segala bentuk resiko yang mungkin terjadi di luar tanggung jawab De Ranch dan menjadi tanggung-jawab masing-masing sepenuhnya .

Nah, itulah sedikit informasi yang bisa kami sampaikan terkait objek wisata De'Ranch Lembang, Bandung. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan membantu kamu yang sedang bingung mencari tepat wisata terbaik di kota Bandung. Jika kamu memiliki info lain terkait artikel ini, kamu bisa memberikan saran ke laman kontak atau pun komentar yang tersedia pada situs ini.

___Selamat Berlibur___
Read More

Gunung Bromo - Objek Wisata Terbaik di Jawa Timur Indonesia

Gunung Bromo merupakan salah satu gunung aktif dan sekaligus menjadi tujuan wisata favorit di Jawa Timur, Indonesia. Secara administratif, gunung ini berada di empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.
Wisata Gunung Bromo Indonesia
Gunung Bromo Jawa Timur

Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.329 meter di atas permukaan laut dan merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Keindahan pemandangan Gunung Bromo sudah sangat terkenal di kalangan wisatawan, baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara. Memiliki karakteristik alam yang sangat indah, dengan hamparan lautan pasir gunung yang luas, udaranya yang sejuk, dan kondisi alamnya yang masih alami, membuat tempat ini menjadi tujuan wisata terbaik di Jawa Timur Indonesia.

Setiap tahunnya, objek wisata ini tidak pernah sepi dari para pengunjung yang datang untuk melihat keindahan pemandangan matahari terbit dan terbenam dari atas puncak gunung ini. Memang bisa dikatakan bahwa keindahan pemandangan matahari terbit dan terbanam di Gunung Bromo merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.

Kepercayaan Masyarakat

Bagi masyarakat sekitar Gunung Bromo, yakni suku Tengger, Gunung Bromo yang diambil dari bahasa sanksekerta "Gunung Brahma" ini merupakan gunung suci yang selalu di jaga dan dihormati.

Setiap tahunnya, suku Tengger rutin melakukan kegiatan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini biasa dilakukan di sebuah pura yang terdapat di bawah kaki Gunung Bromo yang kemudian dilanjuktkan sampai ke atas puncak gunung.

Upacara ini dimulai pada tengah malam sampai dengan pagi hari setiap bulan purnama antara tanggal 14 dan 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut sistem penanggalan suku Jawa.

Lihat Juga: Candi Borobudur - Salah Satu Wisata Indonesia yang Mendunia

Lokasi & Akese

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, secara administratif Gunung Bromo berada di empat kabupaten, yakni Secara administratif, gunung ini berada di empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.



Untuk kamu yang ingin berkunjung ke objek wisata Gunung Bromo, berikut ini adalah beberapa rute jalur yang bisa kamu gunakan untuk sampai kesana:

  1. Rute dari Pasuruan – Warung Dowo – Tosari – Wonokitri – Gunung Bromo, dengan jarak perjalanan sekitar 71 km
  2. Rute dari Malang – Tumpang – Gubuk Klakah – Jemplang – Gunung Bromo, dengan jarak perjalanan sekitar 53 km
  3. Rute dari Malang – Purwodadi – Nongkojajar – Tosari – Wonokitri – Penanjakan, dengan jarak perjalanan sekitar 83 km

Sedangkan untuk memasuki kawasan Gunung Bromo, ada tiga pintu masuk yang bisa kamu gunakan, yakni sebagai berikut:
  1. Melalui Desa Cemorolawang (Untuk kamu yang mengambil rute dari Probolinggo).
  2. Melalui Desa Ngadas (Untuk kamu yang mengambil rute dari Malang).
  3. Melalui Desa Burno (Uika kamu yang mengambil rute dari Lumajang).

Lihat Juga: Pantai Sanur - Keindahan Matahari Terbit di Pulau Dewata Bali

Hal Menarik di Gunung Bromo

Ada banyak sekali hal menarik yang bisa kamu lihat dan lakukan ketika berkunjung ke objek wisata Gunung Bromo, di antaranya yakni sebagai berikut:
Gunung Bromo Jawa Timur Indonesia
Keindahan Gunung Bromo

  1. Kawah Gunung
    Kawah gunung merupakan salah satu lokasi wisata di Gunung Bromo yang menjadi lokasi favorit wisatwan. Untuk menyusuri area kawah ini kamu bisa melakukannya dengan berjalan kaki atau dengan menaiki kuda. Di sekitar aea objek wisata Gunung Beromo memang terdapat cukup banyak jasa penyewaan kuda yang bisa kamu gunakan. Setelah puas menyusuri area kawah, kamu bisa mencoba menaiki anak tangga yang terdapat di sekitar area kawah yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga.
  2. View Point
    View voint merupakan lokasi terbaik yang bisa kamu gunakan untuk melihat pemandangan alam dari atas ketinggian Gunung Bromo. Selain itu, lokasi ini juga merupakan tempat yang biasa digunakan wisatwan untuk melihat momen terbitnya matahari pada pagi hari.
  3. Lautan Pasir
    Lokasi yang satu ini juga merupakan tempat yang menjadi lokasi favorit wisatawan ketika datang ke Gunung Bromo. Di sini kamu akan melihat pemandangan berupa hamparan pasir yang sangat luas yang membentuk pola seperti sisik ikan.
  4. Padang Savana (Bukit Teletubis)
    Di tempat ini kamu akan merasakan suasana yang sangat tenang dan nyaman karena kamu akan disuguhkan dengan pemandangan berupa hamaran rumput hijau yang sangat mirip dengan bukit teletubis yang dulu kita lihat pada sebuah serial televisi anak.
  5. Upacara Yadnya Kasada atau Kasodo
    Selain berkunjung ke lokasi-lokasi menarik, kamu juga bisa melihat sebuah kegiatan upacara adat yang biasa dilakukan oleh masyarakat suku Tengger. Jika kamu ingin menyaksikan pelaksanaan upacara ini, kamu bisa datang ke Gunung Bromo ada tanggal 14 dan 15 pada bulan kesepuluh penanggalan Jawa Hindu Tengger.
  6. Suku Tengger
    Suku Tengger merupakan penduduk asli yang mendiami lereng Gunung Bromo. Suku ini identik dengan penampilannya yang suka menggunakan samping sarung dengan cara yang unik yakni mengikatkannya di leher atau menggantungkannya di pundak.
  7. Pura Kaki Bukit
    Ketika kamu berkunjung ke objek wisata Gunung Bromo, jangan lupa untuk datang ke Pura yang terdapat di bawah kaki Gunung Bromo. Pura ini merupakan tempat pelaksanaan upacara Yadnya Kasada

Info Tiket Masuk

Di bawah ini adalah informasi terbaru terkait tarif tiket masuk kawasan objek wisata Gunung Bromo yang bisa kamu persiapkan:

Tiket Masuk Wisatawan
  1. Wisatawan WNI: Rp.27.500,- (hari biasa), dan Rp.32.500,- (hari libur)
  2. Wisatawan WNA: Rp.217.500,- (hari biasa), dan Rp.317.500,- (hari libur)

Tiket Masuk Kendaraan
  1. Roda Emapat: Rp.10.000,- (untuk 1x masuk)
  2. Roda Dua: Rp.5.000,- (untuk 1x masuk)
  3. Sepeda: Rp.2.000,- (untuk 1x masuk)
  4. Kuda: Rp.1.500,- (untuk 1x masuk)

Lihat Juga: Kawah Putih - Keindahan Wisata Alam di Selatan Kota Bandung

Tips Wisata di Gunung Bromo

Untuk kamu yang berencana berlibur ke Gunung Bromo, tidak ada salahnya jika kamu memperhatikan beberapa tips wisata berikut ini:
  1. Waktu Kunjungan
    Untuk kamu yang ingin berlibur ke objek wisata Gunung Bromo, ada beberapa pilihan waktu yang tepat yang bisa kamu pilih. Jika kamu ingin melihat pemandangan sunset terbaik, kamu bisa datang ke objek wisata ini pada musim kemarau. Sedangkan jika kamu ingin melihat pemandangan padang savana (bukit teletubis) dengan rumput yang hijau, kamu harus datang ke tempat ini pada musim hujan.
  2. Kondisi Fisik
    Sebelum berangkat ke lokasi, pastikanlah kondisi fisik dan stamina dalam keadaan baik karena perjalannan ke puncak Gunung Bromo tergolong cukup melelahkan
  3. Perlengkapan dan Persiapan
    Persiapkan segala perlengkapan dan segala sesuatu yang kamu perlukan secara baik sebelum kamu berangkat ke Gunung Bromo. Perlengkapan yang dimaksud yakni seperti jaket, masker, kamera, dan perlengkapan pendukung lainnya.
  4. Sarana Akomodasi
    Pastikan kamu sudah mempersiapkan sebuah sarana akomodasi baik itu berupa hotel atau pun penginapan sebelum kamu pergi berlibur ke Gunung Bromo karena biasanya pada waktu libur, sarana akomodasi di sekitar Gunung Bromo akan penuh dan habis dipesan oleh para wisatwan lainnya.

Nah, itulah informasi yang bisa kami sampaikan terkait objek wisata Gunung Bromo. Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan membatu kamu yang memang sedang berencana untuk menikmati masa liburan di Gunung Bromo. Jika kamu memiliki informasi lain tentang artikel ini, kamu bisa memberikan masukan berupa saran di laman komentar yang telah tersedia.

___Selamat Berlibur___
Read More