Observatorium Bosscha - Jika kamu sedang mencari tempat liburan yang seru dan sekaligus bisa memberikan manfaat pembelajaran yang baik di Bandung, maka Observatorium Bosscha adalah jawabannya. Selain bisa berwisata, di sini kamu juga bisa ikut belajar tentang hal-hal yang berkaitan dengan dunia astronomi.
![]() |
| Observatorium Bosscha |
Dibangun pada sekitar tahun 1923, Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua yang ada di Indonesia. Tempat ini berdiri di atas tanah seluas 6 hektare, dan berada pada ketinggian sekitar 1300 meter di atas permukaan laut.
Selain sebagai tempat peneropongan bintang tertua yang ada di Indonesia, Observatorium Bosscha juga merupakan satu-satunya observatorium penelitian bintang di Asia Tenggara.
Tempat peneropongan bintang ini sendiri merupakan hasil dari jerih payah Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda guna mengembangkan ilmu astronomi di Belahan Bumi Selatan.
Lihat Juga: De'Ranch Lembang - Objek Wisata Favorit Keluarga di Bandung
Sejarah Singkat
Pada permulaan abad ke-20, para peneliti astronomi mulai menyadari bahwa bintang-bintang yang ada di angkas sebenarnya terikat satu sama lain dan membentuk suatu sistem galaksi. Karena hal ini, perkembangan ilmu astronomi semakin pesat dengan dibangunnya berbagai teleskop besar di belahan bumi utara.![]() |
| Observatorium Bosscha Tempo Dulu |
Namun yang sangat disayangkan, karena pembangunan teleskop berukuran besar hanya terkonsentrasi di Belahan Bumi Utara, perkembangan ilmu astronomi di belahan bumi selatan malah terhambat karena tidak adanya sarana pendukung kegiatan penelitian yakni berupa teleskop penoropong bintang.
Melihat hal ini, serang insinyur astronomi kelairan Madiun bernama Joan George Erardus Gijsbertus Voƻte berinisyatif mengajak para peneliti astronomi lainnya untuk mendirikan sebuah pusat penelitian bintang di Hindia Belanda.
Sampai akhirnya dibangunlah Observatorium Bosscha pada tahun 1923 melalui hasil jerih payah para astronom Hindia Belanda yang tergabung dalam Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda.
Perlu kamu ketahui juga bahwa pembangunan Observatorium Bosscha ini membutuhkan waktu kurang lebih 5 tahun lamanya. Sejak tahun 1928 NISV banyak melakukan berbagai penelitian astronomi di observatorium tersebut. Kemudian pada sekitar tahun 1951 NISV menyerahkan Observatorium Bosscha kepada pemerintah RI.
Delapan tahun berselang, Observatorium Bosscha di serahkan keada Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dibangun pada 1959 agar dikelola dan dimanfaatkan sebagai tempat penelitian terutama di bidang astronomi.
Coba Lihat: Kawah Putih - Keindahan Wisata Alam di Selatan Kota Bandung
Teleskop di Observatorium Bosscha
![]() |
| Teleskop di Observatorium Bosscha |
Di Observatorium Bosscha sendiri terdapat lima buah teleskop yang biasa digunaan untuk melakukan kegiatan penelitian astronomi, yang antara lain yakni sebagai berikut:
- Cassegrain GOTO
Teleskop ini biasanya digunakan untuk mengukur tingkat kekuatan cahaya bintang serta sebagai alat untuk pengamatan spektrum bintang. - Bamberg Refractor
Teleskop ini biasanya digunakan untuk mengukur terang bintang, menentukan skala jarak antar bintang, mengukur ukuran fotometri gerhana bintang, mengamati citra dari kawah bulan, pengamatan matahari, dan mengamati benda-benda langit lainnya. - Teleskop Refractor Ganda Zeiss
Teleskop ini biasanya digunakan untuk melakukan kegiatan pengamatan astrometri, khususnya untuk memperoleh letak orbit bintang ganda visual. - Schmidt (Bima Sakti)
Teleskop ini biasa digunakan untuk mempelajari struktur dari galaksi Bima Sakti, mempelajari spektrum bintang, mengamati asteroid, supernova, dan untuk memotret objek langit lainnya. - Unitron Refractor
Teleskop ini biasa digunakan untuk melakukan pengamatan kemunculan hilal, pengamatan gerhana matahari dan bulan, dan juga untuk kegiatan pemotretan bintik matahari serta pengamatan benda-benda langit lain.
Lokasi & Akses
Observatorium Bosscha berlokasi di Jl. Peneropong Bintang, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia. Jaraknya sekitar 30 menit dari kawasan Dago, Bandung.Untuk kamu yang ingin mencoba berkunjung ke tempat ini, kamu bisa menggunakan beberapa akses jalan berikut ini:
Kendaraan Umum
- Dari Stasiun Hall Bandung, kamu tinggal naik angkot St. Hall-Lembang kemudian turun di gerbang bawah Observatorium Bosscha.
- Dari Terminal Bus Cicaheum, kamu bisa naik angkot jurusan Cicaheum-Ledeng dan turun di Terminal Ledeng, kemudian lanjut naik angkot ke Stasiun Hall-Lembang dan turun di gerbang bawah Observatorium.
- Dari Terminal Bus Leuwi Panjang, kamu naik bus Damri tujuan Terminal Ledeng. Dari sana, kamu tinggal menggunakan petunjuk yang sama seperti dari terminal Cicaheum, lanjut naik angkot Stasiun Hall-Lembang dan turun di gerbang bawah Observatorium Bosscha.
Kendaraan Pribadi
Untuk kamu yang menggunakan kendaraan pribadi, kamu bisa menggunakan akses jalur dari Jl. Setiabudi Bandung ambillah jalan ke arah lembang. Dalam perjalanan, kamu akan melewati Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Terminal Ledeng.
Selanjutnya ada Pusdik Korps Wanita Angkatan Darat. Sekitar 400 meter dari sana, kamu akan tiba di lokasi gerbang bawah Observatorium Bosscha yang berada di sebelah kanan jalan.
Lihat Juga: Candi Borobudur - Salah Satu Wisata Indonesia yang Mendunia
Info Tiket & Waktu Kunjungan
Berikut ini adalah informasi tentang Info Tiket & Waktu Kunjungan Observatorium Bosscha yang mesti kamu perhatikan:- Waktu Kunjungan
Jika kamu tertarik untuk berkunjung ke Observatorium Bosscha, ada dua pilihan waktu kunjungan yang bisa kamu pilih, yakni kunjungan siang dan kunjungan malam. Untuk kunjungan siang, kamu bisa ikut belajar tentang cara kerja dari teleskop zeiss.
Selain itu, kamu juga akan mendapatkan informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan ilmu astronomi di ruang multimedia. Tapi sayangnya pada waktu kunjungan siang ini tidak dilakukan kegiatan peneropongan bintang sehingga rasanya kurang lengkap.
Sedangkan untuk waktu kunjungan malam, selain kamu akan diajarkan tentang cara kerja dari teleskop zeiss, kamu juga bisa langsung ikut praktek penggunaanya. Selain itu, pada waktu kunjungan malah, kamu bisa melakukan peneropongan bintang dengan menggunakan teleskop portable dan teleskop Bamberg.
- Tiket Masuk
Tiket masuk ke Observatorium Bosscha terglong sangat murah, yakni cuma Rp.Rp. 15.000,-/ Orang (untuk kunjungan siang) dan Rp.20.000,-/ Orang (untuk kunjungan malam).
Nah, itulah informasi yang dapat kami sampaikan tentang objek wisata edukasi Observatorium Bosscha Lembang, Bandung. Semoga infromasi yang kami buat ini bisa bermanfaat untuk kamu yang sedang mencari tempat wisata seru dan edukatif di kota Bandung. Jika kamu memliki info lain terkait objek wisata Observatorium Bosscha, kamu bisa mengirimkan masukan dan komentar di laman kontak atau komentar yang telah tersedia.
___Selamat Berlibur___



2 comments
Bgus buat study tour sekolah, selain liburan sekligus ada nilai edukatifnya
Ia ahi, objek wisata ini sangat cocok untuk kegiatan studi tur sekolah dan pastinya siswa/siswi akan sangat senang berkunjung ke tempat ini..
EmoticonEmoticon