Museum Geologi Bandung - Sebagai salah satu kota tujuan wisata favorit di Indonesia, Bandung memiliki banyak sekali objek wisata unik dan juga menarik untuk kita kunjungi. Mulai dari objek wisata alam sampai dengan objek wisata modern semua telah tersedia di kota ini.
Salah satu objek wisata menarik yang bisa kita kunjungi adalah Museum Geologi Bandung. Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan berbagai macam benda peninggalan sejarah, museum ini juga sering dijadikan sebagai tempat wisata edukasi favorit di Bandung.
![]() |
| Museum Geologi Bandung |
Meseum yang didirikan pada tanggal 16 Mei 1928 ini telah mengalami beberpa kali perbaikan karena usianya yang cukup tua. Pada tahun 2000, museum ini dibuka untuk umum oleh Ibu presiden Megawati Soekarnoputri.
Sebagai salah satu bukti peninggalan sejarah, museum ini dilindungi dan berada di bawah pengelolaan pemerintah dan menjadi peninggalan nasional. Di dalam museum ini terdapat banyak peninggalan geologi berupa posil, artepak, dan berbagai macam jenis batuan mineral yang dikumpulkan dari seluruh Indonesia sejak tahun 1850 silam.
Nah, jika kamu ingin tahu lebih banyak seputar Museum Geologi Bandung, maka simak terus penjelasannya berikut ini:
Sejarah Museum Geologi Bandung
Masa Penjajahan Belanda
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Museum Geologi Bandung didirikan pada tanggal 16 Mei 1928 silam pada masa penjajahan Belanda. Museum ini dibangun dengan maksud sebagai tempat penelitian bahan mineral di Indonesia yang hasilnya akan dikirim ke Belanda untuk kebutuhan industri negara tersebut.
Hal ini terjadi setelah munculnya revolusi industri di belahan dunia eropa pada sekitar abad ke-18 yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan bahan tambang berupa batuan mineral dan sejenisnya.
Menyadari akan besarnya potensi yang dimiliki Indonesia, maka pemerintahan kolonialis Belanda mulai berinisyatif melakukan kegiatan penambangan di seluruh wilayah Indonesia. Kemudian pada sekitar tahun 1850, Belanda membentuk lembaga Dienst van het Mijnwezen.
Lembaga ini bertugas untuk melakukan kegiatan penelitian geologi dan sumberdaya mineral di seluruh Indonesia. Pada sekitar tahun 1922, lembaga ini berganti nama menjadi Dienst van den Mijnbouw.
Masa Penjajahan Jepang
Setelah Belanda mengalami kekalahan pada saat perang melawan Jepang dalam memperebutkan Indonesia, Museum Geologi Bandung diserahkan dan dikelola oleh Jepang. Serah terima Museum Geologi Bandung terjadi pada tahun 1942 yang diserahkan oleh perwakilan dari Belanda (Letjen. H. Ter Poorten) kepada Letjen. H. Imamura (Panglima Tentara Jepang).
Karena kepengurusannya beralih dari Belanda ke Jepang, maka nama Museum Geologi Bandung pun ikut berubah menjadi Kogyo Zimusho dan setahun kemudian berganti nama lagi menjadi Chishitsu Chosacho.
Masa Kemerdekaan Indonesia
Karena memiliki fungsi yang sangat penting sebagai pusat dan data hasil penelitian geologi di Indonesia selama puluhan tahun, banyak pihak yang masih ingin merebut kembali Museum Geologi Bandung. Upaya perebutan paksa ini terjadi pada sekitar tahun 1945 yang dilakukan oleh Belanda dan sekutunya Amerika dan Inggris yang tergabung dalam satu persekutuan bernama NICA.
Karena hal inilah, maka pemerintah Indonesia melakukan pengamanan arsip dan hasil penelitian dengan cara memindahkan berkas dan arsip Museum Geologi Bandung ke beberapa tempat berkali-kali. Seperti ke jalan Braga no 3 & no 8 kota Bandung dan bahkan sempat sampai keluar beberapa daerah yakni Tasikmalaya, Solo, Yogyakarta, dan Magelang. Hingga akhirnya semua data tersebut dikembalikan ke Bandung pada tahun 1950.
Lihat Juga : Observatorium Bosscha - Objek Wisata Edukasi di Kota Bandung
Lokasi dan Akses
Museum Geologi Bandung terletak di Jalan Diponegoro Nomor 57, Bandung. Letaknya yang sangat strategis, membuat objek wisata edukasi ini sangat mudah untuk kita kunjungi. Jika kamu berencana untuk berkunjung ke museum ini kamu bisa menggunakan akses baik dengan kendaraan bpribadi atau pun umum.Berikut ini adalah petunjuk arah untuk sampai ke Museum Geologi Bandung:
Untuk kamu yang menggunakan kendaraan umum, kamu bisa menaiki angkot bernomor 10 dengan rute Stasiun Hall – Sadang Serang dengan ciri-ciri berwarna kuning-hijau. Mintalah turun di dapan Mesjid Pusdai, kemudian kamu turun dan naiki lagi angkot nomor 05 bewarna hijau – hitam dengan rute Cicaheum – Ledeng dan melewati Museum Geologi Bandung.
Koleksi Museum Geologi Bandung
Di Museum Geologi Bandung terdapat banyak koleksi benda-benda geologi bersejarah yang dapat kita lihat. Museum ini sendiri setelah direnovasi dan dikelola oleh pemerintah Indonesia perlahan semakin mengalami kemajuan.
![]() |
| Koleksi di Museum Geologi Bandung |
Koleksi peninggalan di museum ini dibagi dan ditempatkan di 3 ruangan yang berbeda yakni ruang Sejarah Kehidupan, Geologi Indonesia, serta Geologi dan Kehidupan Manusia yang terdapat di dua lantai bangunan Museum Geologi Bandung.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah pembagian koleksi peninggalan geologi di Museum Geologi Bandung:
Koleksi di Lantai 1 Museum Geologi Bandung
1. Koleksi di Ruang Tengah
- Animasi kegiatan geologi dan kegiatan museum dalam layar lebar
- Pelayanan informasi museum
- Pelayanan pendidikan dan penelitian
2. Koleksi Ruang Barat
- Hipotesis terjadinya bumi
- Sistem tata surya
- Tatanan tektonik regional
- Maket pergerakan lempeng-lempeng aktif kulit bumi
- Keadaan geologi Indonesia
- Fosil manusia purba
- Sejarah evolusi manusia menurut teori evolusi Darwin
- Berbagai jenis bebatuan: batuan beku, sedimen, dan malihan
- Pemetaan sumber daya mineral di Indonesia
- Berbagai jenis peralatan dan perlengkapan lapangan
- Sarana pemetaan dan penelitian
- Hasil akhir kegiatan, misalnya peta geologi, geofisika, geomorfologi, gunung api, seismotektonik dan lain-lain
- Pertunjukkan keadaan gunung berapi aktif di Indonesia, misalnya: Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Krakatau, Gunung Merapi, dan lain-lain.
- Bebatuan hasil kegiatan gunung api
3. Koleksi Ruang Timur
- Sejarah perkembangan dan pertumbuhan makhluk hidup yang mendiami planet bumi dari masa primitif sampai dengan masa modern
- Fosil dinosaurus Tyrannosaurus Rex Osborn
- Kumpulan tengkorak manusia purba yang pernah ditemukan di Indonesia
- Artefak yang digunakan manusia purba, mencerminkan perkembangan kebudayaan dari waktu ke waktu
- Sejarah pembentukan Danau Bandung
- Fosil ikan dan ular yang ditemukan dalam lapisan tanah Danau Bandung
- Artefak yang ditemukan di pinggir Danau Bandung
- Informasi proses pembentukan fosil
- Informasi proses pembentukan batubara dan minyak bumi
- Informasi keadaan lingkungan purba
Lihat Juga : De'Ranch Lembang - Objek Wisata Favorit Keluarga di Bandung
Koleksi di Lantai 2 Museum Geologi Bandung
1. Koleksi Ruang Tengah
- Maket tambang emas paling besar di dunia yang berlokasi di Irian Jaya
- Bebatuan asal Papua (Irian Jaya)
- Miniatur pengeboran minyak bumi
- Miniatur pengeboran gas bumi
2. Koleksi Ruang Barat
Ruang Khusus Staf dan Pengelola Gedung Museum Geologi Bandung
3. Koleksi Ruang Timur
- Informasi manfaat dan kegunaan batu mineral bagi manusia
- Gambar penyebaran sumber daya mineral di Indonesia
- Rekaman kegiatan eksplorasi sumber daya mineral
- Rekaman kegiatan eksploitasi sumber daya mineral
- Informasi penggunaan mineral dalam aktifitas sehari-hari secara tradisional
- Informasi penggunaan mineral dalam aktifitas sehari-hari secara modern
- Cara mengolah mineral dan energi
- Informasi berbagai jenis bahaya geologi misalnya tanah longsor, letusan gunung api, dan lain-lain
- Informasi aspek positif geologi yang berkaitan dengan gunung api
- Penjelasan cara memanfaatkan sumber daya air
- Penjelasan pengaruh lingkungan terhadap kelestarian sumber daya alam
Kegiatan di Museum Geologi Bandung
Ketika kamu berkunjung ke Museum Geologi Bandung, kamu akan melihat banyak pelajar/siswa sekolah yang sedang berkunjung ke museum ini. Selain berfungsi sebagai museum, tempat ini juga memang sering kali dijadikan sebagai tempat study tour para pelajar mulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi.Di tempat ini kamu bisa mengamati berbagai macam barang peninggalan yang memiliki nilai sejarah yang sangat dalam. Mulai dari bebatuan, fosil, dan bahan-bahan mineral. Kamu juga bisa ikut belajar tentang hal-hal yang berkaitan dengan bencana alam, bumi, dan hal-hal lain yang sangat menarik untuk dipelajari.
Tiket dan Jam Oprasional
Berikut adalah informasi tentang harga tiket, jam oprasional, dan kontak dari Museum Geologi Bandung :1. Tiket Masuk
- Pelajar : Rp.2.000,-/Orang
- Umum/WNI : Rp.3.000,-/Orang
- Umum/WNA : Rp.10.000,-/Orang
2. Jam Oprasional
- Jam oprasional di Museum Geologi Bandung yaitu sebagai berikut :
- Senin - Kamis : Pukul 09.00 s/d sore pukul 15.30 WIB
- Sabtu dan Minggu : Pukul 09.00 s/d pukul 13.30 WIB
- Jum'at : Libur
3. Kontak/Tlp
Jika kamu hendak berkunjung ke Museum Geologi Bandung, kamu bisa menghubungi pihak pengelola melalui laman kontak berikut ini: (022) 7213822
Nah, itulah sedikitnya informasi yang bisa kami sampaikan dari salah satu objek wisata edukasi favorit yang ada di kota Bandung (Museum Geologi Bandung). Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kamu yang sedang bingung mencari tempat wisata seru dan sekaligus bisa mendapatkan ilmu pengetahuan.
Jika kamu memiliki informasi lebih lengkap terkait Museum Geologi Bandung, kamu bisa mengirimkan masukan berupa kritik ataupun saran melalui laman komentar yang telah tersedia. Sekian dari kami dan terimakasih karena sudah berkunjung ke situ Destinasipedia. Jangan lupa untuk membaca artikel wisata menarik lainnya.


1 comments
Infonya sangat bermanfaat sekali.. Kebetulan saya lagi bingung cari tempay wisata yg ada nilai edukasiny di Bandung selain dr Boscha.. Sukses buat blognya.
EmoticonEmoticon